Pendahuluan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Matn Abī Shujā' — yang lengkapnya bernama "Al-Ghāyah wat-Taqrīb" (Tujuan dan Penyederhanaan) — adalah salah satu matan fiqih Mazhab Syafi'i paling masyhur di dunia. Pengarangnya adalah Imam Abu Syuja' Ahmad ibn al-Husayn al-Asfahani, seorang ulama Syafi'i yang hidup pada abad ke-6 Hijriyah.
Kitab ini menjadi teks dasar yang diajarkan di pesantren-pesantren di Indonesia, Malaysia, dan seluruh Asia Tenggara hingga hari ini.
Bab Pertama: Thaharah (الطَّهارة)
Tentang Air
المِيَاهُ الَّتِي يَجُوزُ التَّطَهُّرُ بِهَا سَبْعُ مِيَاهٍ: مَاءُ السَّمَاءِ، وَمَاءُ الْبَحْرِ، وَمَاءُ النَّهَرِ، وَمَاءُ الْبِئْرِ، وَمَاءُ الْعَيْنِ، وَمَاءُ الثَّلْجِ، وَمَاءُ الْبَرَدِ.
Terjemah
Air yang boleh digunakan untuk bersuci ada tujuh macam:
- Air hujan
- Air laut
- Air sungai
- Air sumur
- Air mata air
- Air salju
- Air embun (es beku)
Penjelasan
Ketujuh air ini termasuk dalam kategori air mutlak (māun muṭlaq), yaitu air yang masih dalam keadaan aslinya dan tidak bercampur sesuatu yang mengubah sifatnya. Air mutlak adalah air yang suci dan menyucikan (ṭāhir muṭahhir).
Hukum air dibagi menjadi tiga:
- Air suci yang menyucikan (ṭāhir muṭahhir) — air mutlak, boleh diminum dan digunakan bersuci
- Air suci yang tidak menyucikan (ṭāhir ghayru muṭahhir) — air musta'mal (bekas pakai wajib), air yang bercampur benda suci yang mengubah sifatnya
- Air najis (māun najis) — air yang kemasukan najis dan berubah sifatnya, atau air yang volumenya kurang dari dua qullah
Bab Kedua: Shalat
Syarat Sah Shalat
وَشَرَائِطُ الصَّلاَةِ خَمْسَةٌ: الطَّهَارَةُ مِنَ الحَدَثَيْنِ، وَطَهَارَةُ البَدَنِ وَالثَّوْبِ وَالمَكَانِ مِنَ النَّجَاسَةِ، وَسَتْرُ العَوْرَةِ، وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ، وَدُخُولُ الوَقْتِ.
Terjemah
Syarat-syarat shalat ada lima:
- Suci dari dua hadats — hadats kecil (dibersihkan dengan wudu) dan hadats besar (dibersihkan dengan mandi wajib)
- Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
- Menutup aurat
- Menghadap kiblat
- Masuk waktu shalat
Rukun Shalat
وَأَرْكَانُ الصَّلاَةِ سَبْعَةَ عَشَرَ: النِّيَّةُ، وَتَكْبِيرَةُ الإِحْرَامِ، وَالقِيَامُ مَعَ القُدْرَةِ، وَقِرَاءَةُ الفَاتِحَةِ، وَالرُّكُوعُ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالرَّفْعُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالسُّجُودُ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالرَّفْعُ مِنَ السُّجُودِ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالجُلُوسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالتَّشَهُّدُ الأَخِيرُ، وَالجُلُوسُ لَهُ، وَالصَّلاةُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَالتَّسْلِيمَتَانِ.
Terjemah
Rukun shalat ada tujuh belas:
- Niat
- Takbiratul ihram
- Berdiri bagi yang mampu
- Membaca Al-Fatihah
- Ruku'
- Thuma'ninah dalam ruku'
- I'tidal (bangkit dari ruku')
- Thuma'ninah dalam i'tidal
- Sujud
- Thuma'ninah dalam sujud
- Bangkit dari sujud
- Thuma'ninah setelah bangkit
- Duduk di antara dua sujud
- Thuma'ninah dalam duduk antara dua sujud
- Tasyahhud akhir
- Duduk untuk tasyahhud akhir
- Shalawat atas Nabi ﷺ
- Dua salam (salam pertama dan kedua)
Bab Ketiga: Zakat
Matan
الزَّكَاةُ وَاجِبَةٌ فِي خَمْسَةِ أَشْيَاءَ: فِي الْمَوَاشِي، وَالنَّقْدَيْنِ، وَعُرُوضِ التِّجَارَةِ، وَالْمُعَشَّرَاتِ، وَالْمَعَادِنِ وَالرِّكَازِ.
Terjemah
Zakat wajib dikeluarkan dari lima jenis harta:
- Hewan ternak (unta, sapi, kambing)
- Dua barang berharga (emas dan perak)
- Harta perniagaan
- Tanaman dan buah-buahan (yang dikenai 'ushr/sepersepuluh atau setengahnya)
- Barang tambang dan rikaz (harta karun)
Bab Keempat: Puasa
Matan
الصَّوْمُ: الإِمْسَاكُ عَنِ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالجِمَاعِ وَسَائِرِ الْمُفَطِّرَاتِ مِنْ طُلُوعِ الفَجْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ مَعَ النِّيَّةِ.
Terjemah
Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, berhubungan badan, dan segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat.
Referensi: Matn Abī Shujā' (Al-Ghāyah wat-Taqrīb), karya Ahmad ibn al-Husayn al-Asfahani. Syarah utama: Fathul Qarib (Syarh Ibnu Qasim al-Ghazzi).