haditsDasar
الأربعون النووية

Al-Arba'ūn al-Nawawiyyah

Imam Yahya ibn Sharaf al-Nawawi (w. 676 H)

Empat puluh hadits pilihan yang mencakup pokok-pokok ajaran Islam. Kitab paling populer dalam bidang hadits untuk pemula, disusun oleh Imam Nawawi.

17px

Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kitab Al-Arba'ūn al-Nawawiyyah adalah kumpulan empat puluh dua hadits yang dipilih oleh Imam Abu Zakaria Yahya ibn Sharaf al-Nawawi (631–676 H), salah satu ulama besar Mazhab Syafi'i. Beliau memilih hadits-hadits yang mencakup pokok-pokok agama Islam (qawā'id al-Islām).

Imam Nawawi menyebutkan dalam muqaddimah: "Para ulama hadits sepakat atas mustahabbnya menghafal empat puluh hadits dalam pokok-pokok agama ini."


Hadits 1: Amal Bergantung pada Niat

عَنْ أَمِيرِ المُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى».

Terjemah

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh 'Umar ibn al-Khaṭṭāb raḍiyallāhu 'anhu, beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan."

(HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)

Faedah

Hadits ini adalah salah satu hadits paling agung dalam Islam. Imam Syafi'i berkata: "Hadits ini mencakup sepertiga dari ilmu." Imam Ahmad berkata: "Pokok-pokok Islam ada tiga hadits" — dan beliau menyebut hadits ini yang pertama.

Pelajaran:

  • Niat adalah syarat diterimanya ibadah
  • Niat membedakan antara ibadah dan kebiasaan
  • Amal dunia bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah

Hadits 2: Islam, Iman, dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ.

Terjemah (Ringkas)

Dari 'Umar raḍiyallāhu 'anhu, beliau berkata: Suatu hari kami duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak tanda-tanda perjalanan jauh, dan tidak ada seorangpun dari kami yang mengenalnya...

(Hadits ini kemudian menceritakan dialog antara Jibril a.s. dan Nabi ﷺ tentang Islam, Iman, Ihsan, dan tanda-tanda kiamat)

(HR. Muslim no. 8)

Definisi dalam hadits:

Definisi
IslamBersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, haji bagi yang mampu
ImanBeriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik maupun buruk
IhsanEngkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya; jika engkau tidak bisa (merasa) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu

Hadits 3: Rukun Islam

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ».

Terjemah

Dari Abu Abdirrahman 'Abdullah ibn 'Umar ibn al-Khaṭṭāb raḍiyallāhu 'anhumā, beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; haji ke Baitullah; dan puasa Ramadan."

(HR. Bukhari no. 8, Muslim no. 16)


Hadits 4: Takdir

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ: «إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ...».

Terjemah (Ringkas)

Dari Abu Abdirrahman 'Abdullah ibn Mas'ud raḍiyallāhu 'anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ — yang selalu benar dan dibenarkan — menceritakan kepada kami: "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula..."

(Hadits lengkap membahas penciptaan manusia dan penetapan takdir: rizki, ajal, amal, dan nasib bahagia atau celaka)

(HR. Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643)


Referensi: Al-Arba'ūn al-Nawawiyyah, karya Imam Yahya ibn Sharaf al-Nawawi. Syarah: Syarh al-Arba'in al-Nawawiyyah oleh Ibnu Daqiq al-'Ied, dan Jami' al-'Ulum wal-Hikam oleh Ibnu Rajab al-Hanbali.