tafsirDasar
تفسير الجلالين

Tafsir Al-Jalālayn

Jalaluddin al-Mahalli (w. 864 H) & Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H)

Tafsir ringkas paling populer di dunia Islam karya dua Imam Jalaluddin. Menyajikan penjelasan makna ayat yang padat, lugas, dan mudah dipahami oleh penuntut ilmu.

17px

Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Kitab Tafsir Al-Jalālayn (Tafsir Dua Jalal) adalah salah satu kitab tafsir Al-Qur'an paling masyhur dan paling banyak dipelajari di seluruh dunia Islam, khususnya di lingkungan pesantren dan universitas Islam.

Kitab ini dinamakan Al-Jalalayn karena disusun oleh dua ulama besar bergelar Jalaluddin:

  1. Imam Jalaluddin Muhammad ibn Ahmad al-Mahalli (791–864 H) — yang memulai penulisan dari Surah Al-Kahfi hingga Surah An-Nas, kemudian menafsirkan Surah Al-Fatihah.
  2. Imam Jalaluddin Abdurrahman ibn Abi Bakr as-Suyuthi (849–911 H) — murid beliau yang menyempurnakan bagian yang belum selesai, yaitu dari Surah Al-Baqarah hingga Surah Al-Isra'.

Berikut adalah ringkasan tafsir Surah Al-Fatihah (Ummul Qur'an).


Ayat 1: Basmalah

Matan Ayat & Tafsir

﴿بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ﴾ (١) بِسْمِ اللَّهِ: أَيْ أَبْتَدِئُ قِرَاءَتِي مُتَبَرِّكًا بِاسْمِ اللَّهِ، وَ«اللَّهُ» عَلَمٌ عَلَى الذَّاتِ الوَاجِبِ الوُجُودِ. «الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ»: صِفَتَانِ بُنِيَتَا لِلْمُبَالَغَةِ مِنْ رَحِمَ، وَ«الرَّحْمَٰنُ» أَبْلَغُ مِنَ «الرَّحِيمِ» لِأَنَّ زِيَادَةَ البِنَاءِ تَدُلُّ عَلَى زِيَادَةِ المَعْنَى.

Terjemah

(Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Tafsir Ringkas:

  • Bismillāh: Aku memulai bacaanku seraya memohon keberkahan dengan nama Allah. Nama Allāh adalah nama khusus bagi Dzat Yang Maha Wajib Keberadaan-Nya.
  • Ar-Raḥmānir Raḥīm: Dua sifat yang dibentuk dari kata raḥmah (kasih sayang) untuk menunjukkan kesempurnaan dan kelimpahan rahmat. Ar-Raḥmān maknanya lebih luas dan menyeluruh bagi seluruh makhluk di dunia, sedangkan Ar-Raḥīm adalah rahmat khusus bagi orang-orang mukmin di akhirat.

Ayat 2: Hamdalah

Matan Ayat & Tafsir

﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾ (٢) «الْحَمْدُ لِلَّهِ»: جُمْلَةٌ خَبَرِيَّةٌ لَفْظًا، مَقْصُودٌ بِهَا الإِنْشَاءُ لِلثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ بِمَضْمُونِهَا عَلَى أَنَّهُ تَعَالَى مَالِكٌ لِجَمِيعِ الحَمْدِ مِنْ خَلْقِهِ. «رَبِّ الْعَالَمِينَ»: أَيْ مَالِكِ جَمِيعِ الخَلْقِ مِنَ الإِنْسِ وَالجِنِّ وَالمَلَائِكَةِ وَالدَّوَابِّ وَغَيْرِهِمْ، وَمُرَبِّيهِمْ بِنِعَمِهِ.

Terjemah

(Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam)

Tafsir Ringkas:

  • Al-Ḥamdu lillāh: Segala jenis sanjungan dan pujian yang sempurna hanya mutlak menjadi milik dan hak Allah semata, karena Dialah sumber segala kenikmatan.
  • Rabbil 'Ālamīn: Pemilik, Pencipta, Pengatur, dan Pemelihara seluruh makhluk di alam semesta (manusia, jin, malaikat, hewan, dan ciptaan lainnya) yang senantiasa dilimpahi kenikmatan.

Ayat 3–4: Sifat Rahmah & Hari Pembalasan

Matan Ayat & Tafsir

﴿الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ﴾ (٣-٤) «مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ»: أَيْ يَوْمِ الجَزَاءِ وَهُوَ يَوْمُ القِيَامَةِ، وَخُصَّ بِالذِّكْرِ لِأَنَّهُ لَا مُلْكَ فِي ذَلِكَ اليَوْمِ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلَّهِ تَعَالَى، كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿لِّمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ﴾.

Terjemah

(Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik Hari Pembalasan)

Tafsir Ringkas:

  • Māliki yawmid-dīn: Allah adalah Penguasa tunggal dan Hakim mutlak pada Hari Pembalasan (Hari Kiamat). Disebutkan secara khusus karena pada hari itu lenyaplah segala bentuk kekuasaan semu makhluk, dan kekuasaan mutlak seutuhnya nampak bagi Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Ayat 5: Ibadah & Permohonan Tolong

Matan Ayat & Tafsir

﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾ (٥) «إِيَّاكَ نَعْبُدُ»: أَيْ نُخِصُّكَ بِالعِبَادَةِ وَالتَّوْحِيدِ فَلَا نَعْبُدُ غَيْرَكَ. «وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ»: نَطْلُبُ مَعُونَتَكَ عَلَى طَاعَتِكَ وَعَلَى أُمُورِنَا كُلِّهَا دُونَ سِوَاكَ.

Terjemah

(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)

Tafsir Ringkas:
Penyebutan objek (iyyāka) di awal ayat berfungsi untuk pengkhususan (qashr/hashr):

  • Kami mengikhlaskan ibadah dan ketundukan hanya untuk-Mu semata.
  • Kami tidak meminta pertolongan dalam menjalankan ketaatan dan urusan hidup kami melainkan hanya kepada-Mu.

Ayat 6–7: Doa Hidayah & Jalan yang Lurus

Matan Ayat & Tafsir

﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ﴾ (٦-٧) «اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ»: أَيْ أَرْشِدْنَا وَثَبِّتْنَا عَلَى الطَّرِيقِ الوَاضِحِ الَّذِي لَا اعْوِجَاجَ فِيهِ، وَهُوَ دِينُ الإِسْلَامِ. «صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ»: مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ. «غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ»: وَهُمُ اليَهُودُ، «وَلَا الضَّالِّينَ»: وَهُمُ النَّصَارَى. وَيُسَنُّ لِكُلِّ قَارِئٍ أَنْ يَقُولَ: «آمِينَ».

Terjemah

(Bimbinglah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat)

Tafsir Ringkas:

  • Aṣ-Ṣirāṭal Mustaqīm: Tunjukkan dan kokohkan kami di atas jalan petunjuk yang lurus tanpa kebengkokan, yaitu agama Islam.
  • Orang yang diberi nikmat: Para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih (sebagaimana dirinci dalam QS. An-Nisa: 69).
  • Al-Maghdhūbi 'alayhim: Mereka yang mengetahui kebenaran namun enggan mengamalkannya.
  • Adh-Dhāllīn: Mereka yang beramal tanpa landasan ilmu dan tersesat dari jalan kebenaran.
  • Disunnahkan bagi setiap orang yang membaca Al-Fatihah untuk mengucapkan: Āmīn (Ya Allah, kabulkanlah doa kami).

Kesimpulan & Faedah

Surah Al-Fatihah mengandung tiga pilar utama aqidah dan ibadah:

  1. Tauhid & Pujian kepada Allah (Ayat 1–4)
  2. Ikhlas dalam Ibadah & Tawakkal (Ayat 5)
  3. Doa memohon Hidayah & Istiqamah (Ayat 6–7)

Referensi: Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (Tafsir Al-Jalalayn), karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Edisi tahqiq Dar Ibn Katsir.